Kelahiran adalah proses yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusian. Kelahiran juga bukan merupakan pilihan dimana saat kelahiran kita tidak bisa memilih lahir dari keluarga mana, lahir dengan keahlian apa dan lahir dengan fisik seperti apa. Semuanya sudah kehendak dari Allah.
Kelahiran yang dialami manusia tidak lepas dari nasib yang dia bawa dan nasib yang dibawa berbeda beda. Ada seseorang yang lahir dengan penuh keberuntungan, ada yang terlahir dengan berjuang mendapat keberuntungan dan ada yang terlahir dengan kegagalan demi mendapat keberuntungan.
Apakah Tuhan adil dengan memberikan keberuntungan kepada seseorang sedangkan ada yang mendapat kegagalan ? Tuhan Maha Cerdas dan tidak meninggalkan umatnya begitu saja.
Tidak satu orang pun yang menolak untuk hidup selalu beruntung dimana semua yang dilakukan selalu berhasil. Namun keberuntungan layaknya minuman kola yang awalnya begitu enak tapi lama kelamaan akan merugikan. Begitu juga keberuntungan, jika orang terlena dengan keberuntungan maka dia akan lupa kesengsaraan kelak.
Motivator dan trainer ada demi mereka yang mau berjuang mendapatkan keberuntungan. Mereka yang dimaksud disini adalah orang - orang yang beruntung dengan berjuang. Tidak sama dengan orang yang beruntung, orang dengan tipe nomor 2 ini apabila menjalani aktivitas berhasil namun hasilnya tidak maksimal.
Kegagalan adalah kesakitan bagi sebagian besar orang, dengan kegagalan seseorang akan nampak murung dan putus asa. Karena alasan inilah banyak orang yang mengalami kegagalan memutuskan untuk bunuh diri atau menutup diri.
Namun bagaimana jika orang yang terlahir dengan kehidupan gagal, apakah dia memilih untuk menyegerakan mengakhiri hidupnya atau terus bertahan dengan hujan batu kehidupannya ? Semuanya adalah pilihan setiap individu. Sering kita lihat dan dengar yang memutuskan mengakhiri hidupnya karena tidak kuatnya menahan beban hidup. Namun ada sebagian kecil manusia yang terus berjuang dengan kegagalan yang dialami bahkan saat mendapatkan keberuntungan dia jauh lebih cerdas .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar