Sebuah penyesalan tidak perlu disesali dan penyesalan tidak akan memberikan angin segar jika terus direnungi. Keputusan yang aku ambil saat ini adalah pilihan yang harus kujalani.
Awal kelulusan dulu, aku punya pilihan untuk melanjutkan di ilmu informatika karena aku menyukai dunia komputer namun orang tua tidak menyetujuinya dan menginginkan masuk perguruan negeri. Sekolah informatika yang aku impikan akhirnya pupus dan beralih menuju perguruan negeri, awal penentuan jurusan aku memilih Hubungan Internasional selain aku menyukai bahasa Inggris aku juga ingin berpergian ke luar negeri namun apa yang terjadi di luar dugaan, bencana 7 tahun akan kujalani dimana kakakku memilihkan jurusan berbeda. Sungguh aku menyesali keputusan yang dia buat, namun hidup harus tetap berjalan dan aku harus menjalaninya.
Seseorang yang terlahir dengan keberuntungan akademik mungkin bisa menjalaninya dengan cepat dan tepat. Namun tidak bagiku yang dari awal memasuki dunia pendidikan selalu mengalami kegagalan, karena keberuntunganku ada di bidang teknis seperti memperbaiki dan merancang.
Hari yang kujalani terkadang senang dan sedih. Namun semuanya harus aku jalani, entah itu buruk atau kekecewaan. Hingga datanglah hari dimana aku bisa keluar dari tempat ini dengan hanya mengumpulkan satu karya.
Godaan untuk menyelesaikan pun silih berganti dan aku tak kuasa menahannya. Godaan itu yang bisa meningkatkan kemampuanku dan pengetahuanku. Apabila jujur, aku sama sekali tidak merasakan ilmu yang kudapat dari perkuliahan itu. Hidup 7 tahun serasa di penjara. Ruang gerakku terbatas dan impianku pun terhenti. Menyesal pun tidak ada gunanya, apapun itu harus kujalani dan selesaikan demi orang tua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar